Maafkan aku kerana selama ini menjadi batu penghalang untuk kau mencapai impian.
Maafkan aku kerana selama ini menjadi batu penghalang untuk kau bersosial.
Maafkan aku kerana selama ini menjadi batu penghalang untuk kau membeli saham akhirat.
Mungkin aku ini seorang yang terlalu mengongkong.
Mungkin aku ini seorang yang terlalu inginkan perhatian.
Mungkin aku ini seorang yang tidak bisa memahami perasaan orang lain.
Maafkan aku teman.
Aku tidak akan lagi menjadi penghalang untukmu melakukan semua itu.
Maafkan aku.
Terima kasih atas segalanya.
Semoga kau bahagia di dunia dan akhirat.
Akhirnya ku tahu dimanakah kedudukanku di hati mu.
Kini aku ibarat melukut di tepi gantang.
Di malam yang sunyi
Dudukku termenung sorang diri
Di jendela sepi
Hingga dinihari
Ku menantikan kepulanganmu
Namunkah kata hanya sekadar
Tinggal kata-kata
Bagaikan melukut di tepi gantang
Begitulah aku
Di dalam hidupmu
Ada tiada tak memberi kesan
Hanya aku menanggung
Kerinduan..
Dulu pernah kau katakan
Sayangg..
Ingin mendengarku berlagu riang..
Menawar duka laraku
Lupakan saja..
Derita yang berlalu
Tapi mengapa dirimu, kasih..
Ibarat lalang ditiup angin
Kasihmu diracun
oleh kata fitnah
penuh hina
Hingga kini kau biarkan saja..
Diriku menanggung sepi
Dengan irama dukaku
Yang tak bermakna
bagimu…
Tuesday, May 18, 2010
Pengalaman Benar2 Mengajarku Erti Kehidupan...
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 2:33 AM 0 comments
Sunday, April 4, 2010
Karam di Lautan Duka...
Dapatkah putik kan menjadi bunga
Kiranya cuaca sering gerhana
Dapatkah kasih berseri selamanya
Ataupun aku harus berserah
Kepadanya yang Maha Esa
Mestikah ada satu pengorbanan
Sehingga terjadinya perpisahan
Kiranya itu satu permintaan
Perlukah kau dan ku merelakan
Kita hanya insan yang selalu mengharapkan
Suatu yang indah dalam percintaan
Kira nya tiba dugaan mendatang
Aku kau tinggalkan
Karam aku di lautan duka
Bila wajah mu hilang di mata
Tiada berita mengubat rindu di kala sendu
Ku biarkan luka di hati berdarah
Sehingga kering dimamah mentari
Apakah salah ku disakiti sebegini
Kita hanya insan yang selalu mengharapkan
Suatu yang indah dalam percintaan
Kira nya tiba dugaan yang mendatang
Aku kau tinggalkan
Karam aku di lautan duka
Bila wajah mu hilang di mata
Tiada berita mengubat rindu di kala sendu
Ku biarkan luka di hati berdarah
Sehingga kering dimamah mentari
Apakah salah ku disakiti sebegini
Perlukah aku terus mengharapkan
Camar yang hilang kembali ke sarang
Apakah masih ada kerinduan
Yang tersimpan di hati mu sayang
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 10:40 AM 0 comments
Monday, January 18, 2010
Bawaku Terbang...
Mata Ke Mata..
Ke Hati..
Hati ke Hati..
Hati Hati..
Bibir Ke Bibir..
Bicara Janji..
Janji Ke Janji..
Jadi Hujan…
Rindu ke Rindu..
Termimpi mimpi..
Hari Ke Hari..
Nanti di nanti..
Menanti Pasti..
Pasti Disisi..
Sisiku Kini..
Ternanti nanti..
Bila diceritakan tentang cinta
Segalanya muncul sekelip mata
Semuanya di depan matanya dia
Makan tidur pun tak lena
Dia… cinta…
Dia… sayang…
Aku… dicinta…
Aku… disayang…
Kamu yang bawa ku terbang
Kamulah jua yang membawa cinta
Ke jalannya..
Kamu yang bawa ku terbang
Ke bintang kejora cinta kita
Kekal untuk selamanya
Kita berdua kian bermesra
Rindu makin membara
Kita berdua bermain kata
Pasang surut tak endah
Dia… cinta…
Dia…. sayang…
Aku…. dicinta..
Aku… disayang…
Kamu yang bawa ku terbang
Kamulah jua yang membawa cinta
Ke jalannya…
Kamu yang bawa ku terbang
Ke bintang kejora cinta kita
Kekal untuk selamanya
Mata hati jiwaku…
Seluas langkah di
Sebesar cubisan
Namun segitiga bermuda
Ku ganti sungai merah
Dengan darahku
Rinduku meragutkan
Kehangatan cinta kita
Mungkin tidak sehebat mana
Ku di pertikaikan kasih
Ku bukan tempat dua ketiga
Di hati ku cuma kau yang satu
Seterusnya nyatanya hanya
Dirinya jiwanya
Jiwa ku rentas benua
Warna angkasa cinta
Cintalah kamu…
Kamu yang bawa ku terbang
Kamulah jua yang membawa cinta
Ke jalannya…
Kamu yang bawa ku terbang
Ke bintang kejora cinta kita
Kekal untuk selamanya
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 1:09 AM 0 comments
Labels: Lagu
Friday, January 15, 2010
Menyesal...

Semula ku tak yakin
Kau lakukan ini padaku
Meski dihati merasa
Kau berubah saat kau mengenal dia
Bila cinta tak lagi untukku
Bila hati tak lagi padaku
Mengapa harus dia yang merebut dirimu
Bila aku tak baik untukmu
Dan bila dia bahagia dirimu
Aku kan pergi meski hati tak akan rela
Terkadang ku menyesal
Mengapa ku kenalkan dia padamu![]()
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 11:55 PM 0 comments
Labels: Lagu
Thursday, December 24, 2009
Lirik Lagu Selamat Ulangtahun Sayang...
Yang tulus ikhlas
Ingin sekali sekala dirinya dibalas
Walau hanya dengan dakapan di angin lalu
Yang selalu memberi
Ingin sekali sekala jadi penerima
Cukup dengan salam dan manis doa
Aku ingin kau merasakan hebatnya cinta
Dan leburkan saja serpihan calar derita
Selamat ulang tahun sayang
Kini kau bersayap, pergilah terbang
Rentaslah langit cita cita mu
Harap nanti kita 'kan bertemu
Selamat ulang tahun sayang
Janganlah engkau tak terbang pulang
Ku nanti penuh kerinduan
Selamat tinggal, selamat jalan
Aku hanya inginkan engkau setia
Kerana setia yang mencipta bahagiamu
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 2:11 AM 0 comments
Labels: Lagu
Wednesday, November 25, 2009
Lirik Lagu Janji Seorang Kekasih...

Dahulu pernah kau berjanji
Akulah kekasihmu
Mengapa kini kau sendakan sayang
Kerana engkau tahu
Kasihku tak sedikit
Tak ingin lagi dikecewakan
Dan kini sungguh kusangkakan
Bahagia tak menjelma
Sanggup berkasih di depan mata
Apa yang aku takut
Kasihmu kan berpaling
Menjelma kini menjadi igauan
Mungkin antara kita
Tak perlu janji setia
Kerna cinta terbina
Tulus tak memaksa jiwa
Berikanlah waktu
Untuk kita mengerti
Kasih sayang sebenar
Bukanlah asmara
Berikanlah kasih
Untuk kita layari
Ruang bercahaya
Begitu indahnya
Kasih sayang kau lepaskan
Teduh kasih berpanjangan
Tiada yang lain
Hanya perpisahan
Yang menyedihkan
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 12:07 AM 0 comments
Labels: Lagu
Monday, November 16, 2009
Andaiku Pergi...
Cerita hidup kian berlalu
Membawaku ke penghujung
Kaku langkah kian lemah
Kelu lidah untuk bicara
Langit jingga warna senja
Desir bayu membisik duka
Kealpaan nan semalam
Inginku lepaskan luka silam
Bersama rayu doa
Damba keampunanNya
Andai diriku pergi
Tinggalkanmu sendiri
Usah kau sedih
Usah tangisi duga dari Ilahi
Andaiku pergi dulu
Tiba tika dan waktu
Telah tertulis takdir untukku
Perjanjian yang Maha Agung
Doakanku sejahtera disisiNya
Rasa gentar rasa rindu
Bertarung di fikiranku
Wajah ceria, senyum manja
Kisah kita menghapus resah
Maafkan diriku kasih
Kerna buat kau menangis
Restuiku dengan cinta
Jangan kau titiskan air mata
Pintaku redhailah
Terima kasih atas segalanya
Hidup ini sementara
Ujian pasti setia hati
PadaMu kekasih
Moga rahmat hidayahMu
Mengiringiku, menemaniku
Saat akhir waktu
Bersaksi diriku
Tiada lain hanya Kau satu
Memiliki cintaku
Ku serah segala kepada Mu
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 4:52 PM 0 comments
Labels: Lagu
Monday, November 2, 2009

Bagaimana harus ku lepaskan ketulusan diri di hati
Bagaimana harus ku buktikan kesucian cinta di jiwa
Tergamaknya dirimu membiarkan cintaku berderai jadi abu
(Korus)
Kau menghancurkan segala yang telah kita bina pedihnya
Kau menghancurkan segala yang telah kita semai pedihnya
Bagaimana harus ku lepaskan ketulusan diri di hati
Bagaimana harus ku buktikan kesucian cinta di jiwa
Tergamaknya dirimu membiarkan cintaku berderai jadi abu
(Korus)
Kau menghancurkan segala yang telah kita bina pedihnya
Kau menghancurkan segala yang telah kita semai pedihnya
Seuntai Kata, Luahan Rasa oleh Suraya at 5:58 PM 0 comments
Labels: Lagu
